Metode proses belajar-mengajar pada Jurusan/Program Studi Ilmu Pemerintahan ini disesuaikan dengan (a) tujuan pengajaran yang telah diresmikan sebagai tujuan pengajaran pada Program, (b) pokok pokok bahasan mata ajaran yang telah dirumuskan sebagai bagian dari tujuan mata ajaran, dan (c) minat dan kepentingan mahasiswa. Metode PBM (Proses Belajar-Mengajar) yang digunakan dapat berupa kuliah di kelas, kuliah dalam suasana informal di lapangan atau dalam perjalanan widyawisata, diskusi-diskusi, seminar, penulisan risalah, penulisan makalah, pembacaan pustaka dan karya ilmiah, pembuatan timbangan buku, dan penulisan laporan penelitian (kepustakaan atau lapangan).

Kuliah-kuliah yang diselenggarakan secara temu tatap muka yang formal dan terjadwal di kelas kelas dimaksudkan untuk mengekspose para mahasiswa kepada berbagai informasi keilmuan kontemporer lewat ceramah ceramah para dosen. (Maksud serupa akan dicapai juga lewat bacaan-bacaan; kuliah-kuliah sebenarnya hanya bernilai “tambahan” belaka). Ceramah-ceramah atau kuliah-kuliah ini –yang dilakukan oleh para dosen dengan menggunakan berbagai alat peraga (seperti papan tulis, proyektor/LCD, power-point, naskah yang dibagikan, peta, dsb)–umumnya bertujuan memudahkan para mahasiswa untuk memahami konsep, teori, model, dan berbagai macam pendekatan. Diskusi dan kesempatan berwawanjawab selalu dibuka pula pada kesempatan kesempatan itu. Diskusi diskusi dapat diselenggarakan pada pertemuan pertemuan pleno yang dipimpin oleh dosen, dan dapat pula diselenggarakan di dalam kelompok-kelompok sesama yang dikerjakan antar mahasiswa. Pertimbangannya adalah agar mahasiswa berani dan mampu mengutarakan pendapatnya secara teratur.

Mahasiswa harus membiasakan diri pula untuk membaca buku buku dan karangan-karangan ilmiah di bidang Ilmu Pemerintahan (setidak tidaknya yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia) dan menanggapinya secara kritis. Melalui cara ini sebenarnya para mahasiswa berkesempatan untuk “berguru” dan “berdialog” dengan banyak ilmuwan penulis dari berbagai penjuru.

Sebanding dan sejalan dengan upaya upaya membaca para mahasiswa pun diwajibkan untuk berlatih menulis atau mengkomunikasikan gagasan gagasan lewat media tulis. Penulisan–entah dalam bentuk bentuk yang pendek seperti risalah, entah dalam bentuk yang panjang seperti makalah dan laporan penelitian (khususnya skripsi)–merupakan salah satu dari sekian banyak pengalaman yang diprogramkan di Program Studi ini untuk menumbuhkan sikap kemandirian dan kreativitas mahasiswa. Pengalaman belajar tulis menulis ini dapat diacarakan sebagai tugas rumah mingguan (artinya, harus sudah selesai dikerjakan di luar kelas dalam satu minggu), dan dapat pula diacarakan sebagai tugas rumah bulanan atau semesteran.

Kegiatan kegiatan di luar kelas (seperti misalnya kuliah lapangan, widyawisata, kunjungan kunjungan, penelitian lapangan, magang) diselenggarakan pula oleh Program dengan maksud untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar:

  1. Memperoleh pengalaman yang langsung dan terarah mengenai arti, makna dan fungsi Pemerintahan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,
  2. Menumbuhkan perasaan keterlibatan para mahasiswa di dalam permasalahan sosial dan permasalahan politik pemerintahan yang ditemukan di tengah-tengah kegiatan pembangunan, dan mengekspose para mahasiswa dengan pengalaman pengalaman praktis serta membukakan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan dan teori keilmuan yang telah diperolehnya untuk memahami dan memecahkan permasalahan di masyarakat

Kegiatan Belajar Mengajar / Seminar Proposal Dan Kolokium