LiPP JIP & Prodi Ilmu Pemerintahan dorong Badan Permusyawaratan Desa Se-Kecamatan Simpur Optimalisasi Serap Aspirasi Masyarakat Akar Rumput

UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah membawa konsekuensi bahwa masyarakat desa harus berperan sebagai subyek pembangunan desa. Undang-undang ini telah memberikan amanat kepada masyarakat desa untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan sendiri sesuai dengan aspirasi dan prakarsa masyarakat setempat.

Pasca runtuhnya Orde Baru, Pemerintah dengan sadar mengubah paradigma komunikasi dari model communication to the people menjadi communication with the people, sehingga pendekatan dari atas ke bawah (top-down) berganti dengan pendekatan dari bawah ke atas (bottom-up). Oleh karena itu, model komunikasi partisipatif lebih sering diterapkan dalam upaya memperkuat basis demokratisasi di level akar rumput (grass-roots).

Namun harus diakui bahwa model komunikasi partisipatif masih belum berjalan secara efektif di masyarakat desa, termasuk di wilayah Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Dalam kegiatan Musrenbangdes misalnya, masyarakat terbiasa menuju juklak, juknis budaya petunjuk dari “atas”. Bahkan dalam kegiatan musyarawah/rapat desa pun kerap ditemukan sebagian besar masyarakat desa hanya datang, duduk dan diam hingga kegiatan selesai.

Solusi jangka pendek yang dilakukan oleh LiPP-JIP adalah dengan memberdayakan anggota Badan Perwakilan Desa agar memiliki kemampuan yang mumpuni dalam menyerap aspirasi masyarakat desa. Untuk itu LiPP-JIP bersama Jurusan/Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP UNLAM berinsiatif untuk memberikan pembekalan Teknik dan Strategi Menyerap Aspirasi Masyarakat Akar Rumput kepada aparat Badan permusyawaratan Desa (BPD) Se-Kecamatan Simpur, pada tanggal 03 Oktober 2016.

Secara kongkrit, target yang akan dicapai oleh peserta (Kelompok Mitra) dalam kegiatan antara lain :

  1. Mengetahui beberapa teknik dasar dalam menyerap aspirasi masyarakat akar rumput;
  2. Mampu menentukan model strategi penyerapan aspirasi masyarakat akar rumput yang sesuai dengan karakteristik masyarakat desa setempat;
  3. Terampil dalam mengimplementasikan strategi dan teknik dalam menyerap aspirasi masyarakat akar rumput;
  4. Mampu dalam mengolah berbagai temuan data/informasi yang telah digali dari masyarakat menjadi sebuah laporan aspirasi masyarakat secara sistematis.

Untuk memastikan peserta memiliki keterampilan yang ditargetkan, LiPP-JIP telah merancang berbagai topik materi yang disampaikan yakni  :

  1. Teknik dasar menyerap aspirasi masyarakat akar rumput
  2. Cara memilih teknik serap aspirasi yang tepat
  3. Model-model strategi penyerapan aspirasi masyarakat
  4. Cara menentukan strategi yang akurat
  5. Sistematika penyajian informasi masyarakat akar rumput
  6. Kapita Selekta : Pembangunan Berbasis Aspirasi Masyarakat Akar Rumput

Adapun struktur organisasi pelakasana program kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) Jurusan/Program Studi Ilmu Pemerintahan Fisip Unlam Banjarmasin Tahun 2016 yakni :

  1. Penanggung Jawab Kegiatan : Dekan FISIP ULM.
  2. Ketua : Drs.  Apriansyah, M.Si
  3. Sekretaris : Drs. Saifudin, M.Hum
  4. Bendahara : Ellisa Vikalista, S.H., M.IP
  5. Anggota : Jamaluddin, M.Si, Dra. Hj. Sandra Bhakti, M. M.Si, Dr. Budi Suryadi, M.Si, H. Setia Budhi, Ph.D, Pathurrahman, M.A
  6. Staf Jurusan : Mayang Herdawati, S.IP
  7. Mahasiswa : 10 Orang

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak lagi diposisikan sebagai entitas yang pasif dan senantiasa dijadikan objek sosialisasi kebijakan dan program pembangunan, tetapi lebih didorong untuk menjadi subyek dengan menjadi partisipan aktif dalam proses pengambilan keputusan, serta ikut terlibat memberikan masukan yang konstruktif.

Bagi Pemerintah Kecamatan Simpur Kabupaten Hulu Sungai Selatan, kegiatan ini dapat dijadikan kerangka model dalam pembinaan dan pembekalan bagi anggota Badan Perwakilan Desa dalam upaya menentukan taktik dan strategi yang tepat dalam menyerap aspirasi masyarakat akar rumput yang relevan dengan kondisi masyarakat desa setempat.

1

2

Blog Attachment

Leave us a Comment